mari menulis novel etnografi, bersma putu fajar arcana & kris budiman

event 1 Comment

Press Release
Obrolan Sore “Sembari Minum Kopi”
Menulis Novel Etnografi – 10 Mei 2008

Sudah membaca Para Priyayi? Novel karya Umar Kayam ini berkisah tentang Sastrodarsono, anak petani di desa Wanagalih (baca: Ngawi), yang naik kasta dari wong cilik menjadi priyayi. Berkat dukungan Asisten Wedana Ndoro Seten, Sastrodarsono bisa menyelesaikan sekolah hingga menjadi seorang guru desa, masuk dalam jajaran Priyayi Pangreh Praja. Sastrodarsono pun membangun dinasti kepriyayian melalui keturunannya, dari generasi pertama, yaitu anak-anak kandungnya (Noegroho, Hardojo, dan Soemini), serta beberapa anak angkat yang ia besarkan, kemudian generasi kedua yaitu Tommi, Mary, Harimurti, Sumi, dan Lantip (cucu angkat Sastrodarsono). Jalan ceritanya berlatar kebudayaan Jawa pada masa penjajahan Belanda dengan pemerintahan “gupermen”-nya, masa pendudukan Jepang, masa kemerdekaan atau Indonesia muda, hingga masa pergolakan ‘65.

Melalui Para Priyayi yang dilanjutkan dengan novel ke-2, Jalan Menikung, Umar Kayam bukan hanya menulis novel (fiksi), namun juga menulis etnografi Jawa, yaitu deskripsi tentang kebudayaan Jawa dan relasi sosial yang terbangun di dalamnya. Sudah sewajarnya jika Para Priyayi menjadi salah satu bacaan wajib bagi mereka yang ingin mempelajari kebudayaan Jawa.

Selain Umar Kayam, sastrawan lain yang sering mengangkat tema kebudayaan lokal dalam karya sastranya antara lain Ahmad Tohari dan Kuntowijoyo tentang kebudayaan Jawa, Korrie Layun Rampan (kebudayaan Dayak Benuaq), Oka Rusmini dan Putu Fajar Arcana (kebudayaan Bali), Dewi Linggasari dan Ani Sekarningsih (kehidupan suku-suku di Papua), dan masih banyak yang lain.

Inilah yang kami maksud dengan Novel Etnografi, yaitu karya fiksi yang mampu mendeskrispikan kehidupan sosial budaya masyarakat tertentu. Etnografi merupakan istilah dalam Antropologi untuk menunjuk pada laporan penelitian (field work) tentang suatu masyarakat dan kebudayaan yang ditelitinya. Karena penelitian antropologis untuk menghasilkan karya etnografi ini juga sangat khas, kemudian istilah etnografi juga digunakan untuk menyebut metode penelitian antropologi atau metode etnografi.

Bagaimanakah proses kreatif para penulis fiksi kultur lokal ini? TIMKREATIFREGOL menghadirkan obrolaan sore Sembari Minum Kopi dengan tema “Menulis Novel Etnografi” dengan narasumber Putu Fajar Arcana, redaktur KOMPAS yang telah beberapa kali menjuarai lomba penulisan cerpen dan puisi. Salah satu buku kumpulan cerpennya “Bunga Jepun” menghadirkan beberapa cerpen yang berlatar adat Bali dan dinamika budaya masyarakat Bali. Sastrawan lain yang akan memberi pemahaman tentang karya etnografi yang dikembangkan ilmu antropologi adalah Kris Budiman. Penerima Penghargaan Sastra Indonesia – Yogyakarta 2007 atas novel “Lumbini” ini juga bergelar Magister Humaniora ilmu Antropologi. Untuk mengendalikan alur obrolan agar lebih fokus, kami memilih Aant Subhansyah sarjana antropologi yang juga penikmat sastra untuk menjadi moderator.

So, luangkan sabtu soremu untuk bergabung dalam obrolan seru kami. Jangan lupa, SABTU SORE, 10 Mei 2008 mulai pukul 15.00 – 18.00 WIB bertempat di KOPI-KOPI, Jl. Kartini – Sagan (sebelah Barat Asrama Aceh) Yogyakarta. Terbuka untuk umum dan GRATIS. Tersedia 50 suvenir cantik untuk peserta pertama.

Obrolan Sore Sembari Minum Kopi ini terselenggara berkat kerjasama antara TIMKREATIFREGOL dengan Yayasan Umar Kayam, Penerbit KANISIUS, IMPULSE, KOPI-KOPI, GUDEG.NET, dan RADIO ELTIRA. Untuk informasi lebih lanjut, silakan melongok situs kami di www.sembariminumkopi.com atau SMS 0818 0438 1000.

Salam dari Langenarjan,

Suluh Pratitasari
Managing Director TIMKREATIFREGOL

——
SEMBARI MINUM KOPI merupakan forum obrolan santai yang digagas TIM KREATIF REGOL sejak bulan September 2007. Melalui forum yang berawal dari keyakinan bahwa Gagasan Besar Berawal dari Obrolan, kami berupaya mengangkat tema obrolan yang mampu merangsang kreativitas sehingga dapat mendorong peserta untuk melahirkan sebuah karya.

—–
TIM KREATIF REGOL adalah sekumpulan anak muda yang berkarya di bawah bendera PT. Sendang Kapit Pancuran, perusahaan yang bergerak di bidang media dan kreatif (www.regolmedia.com). PT. SKP juga menerbitkan buletin REGOL (http://regoljogja.com/?cat=24) dan pemegang lisensi Memorabilia Laskar Pelangi (www.memorabilialaskarpelangi.com)

jogjakotaku.multiply.com

Uncategorized No Comments

teman-teman,

untuk sementara, kami berbagi cerita tentang jogja lewat weblog ini

silakan mampir…

Tapa Bisu Mubeng Beteng

ritual 3 Comments

Hening adalah bentuk refleksi manusia atas eksistensi dirinya. Eksistensi diri manusia yang mengada karena adanya sang pencipta. Bentuk refleksi atas permulaan kemanusiaan itu diejawantahkan oleh masyarakat Yogyakarta dalam bentuk tradisi tapa bisu mubeng beteng yang dilaksanakan paa pertengahan malah 1 Suro. Mubeng beteng atau berjalan mengelilingi benteng Kraton adalah tradisi yang terbuka untuk masyarakat umum. Selama menjalankan lelaku tapa bisu mubeng beteng itu, tidak boleh berkata-kata serta harus berjalan kaki mengelilingi beteng sejauh kurang lebih empat km. Banyaknya putaran boleh hanya sekali atau lebih, asalkan dalam jumlah yang ganjil dengan tujuan mendengarkan suara hati juga nurani.
Read the rest…

Regol ada di Biennale Jogja

event No Comments

trek.jpgAda sejumlah alasan mengapa kami memilih dolanan (toys) dan permainan (games) tradisional untuk merepresentasikan bagaimana kita tengah bergulat dalam menemukan identitas dan mengalami keindonesiaan baru. Alasan itu antara lain:

1) Permanianan tradisional dapat dipastikan menggunakan bahasa daerah sehingga menunjukkan ciri budaya lokal yang kuat. Bahkan penggunaan bahasa daerah ini juga tidak mungkin diganti oleh bahasa lain karena dapat menghilangkan makna simbolis yang terkandung dalam permainan tersebut;

(2) Permainan anak-anak biasanya dilakukan pada usia dini, sehingga apa yang ada dalam permainan ini mudah diserap dan mengendap dengan kuat dalam bawah sadar seseorang. Dari sinilah terbangun jati diri seseorang, sebuah komunitas, sebuah suku bangsa, ataupun suatu bangsa. Sebagai salah satu unsur budaya, dolanan dan permainan tradisional memiliki fungsi positif dalam membangun identitas sosial.

Namun kita juga menyadari bahwa perubahan masyarakat dan kebudayaan merupakan sebuah proses yang tidak dapat ditolak dan dihindari. Sementara itu gelombang masuknya unsur-unsur permainan asing ke Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang mulai menjangkau daerah pedesaan memberi kontribusi pada makin surutnya permainan anak-anak tradisional di tengah kehidupan anak-anak dan keluarga Jawa. Sebuah riset yang dilakukan pada tahun 1997 di kalangan anak-anak sekolah di Bantul menunjukkan bahwa dari 30 jenis permainan anak tradisional yang ada di Yogyakarta, hanya 13 jenis permainan saja yang masih dikenal. Selebihnya sudah tidak dikenal lagi, bahkan oleh para guru yang menjadi responden yang berusia sekitar 40 tahun.

Dalam asumsi kami, 13 jenis permainan yang masih dikenal itu pun tidak sepenuhnya tetap menjadi dolanan dan sering dimainkan anak-anak. Dhakon dan gasing, misalnya. Dhakon adalah jenis permainan yang lahir dalam tradisi masyarakat agraris. Lubang-lubang berisi kecik yang terdapat pada papan dhakon memiliki nama khas, yaitu lumbung, sawah, ngacang, dan bera. Permaianan ini mengajarkan bagaimana anak-anak perempuan di pedesaan harus pandai mengolah “sawah”, mengisi “lumbung”, bahkan “ngacang” atau nandur kacang.

dakon.jpgSaat ini, sudah tidak banyak anak-anak perempuan bermain dhakon. Padahal industri kerajinan dhakon mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Para pengrajin kayu banyak memproduksi dhakon dalam berbagai ukuran dan ukiran. Pembelinya memang cukup banyak, bahkan tak sedikit buyer asing yang mengekspor dhakon ke luar negri. Hanya saja, dhakon ini tak lagi berfungsi sebagai dolanan, tetapi kini menjadi pendukung interior. Dhakon pun mengalami pergeseran status, dari permainan tradisional anak-anak petani menjadi instrumen pendukung interior kaum priyayi.

Selain dhakon, beberapa jenis permainan yang masih eksis namun mengalami pergeseran fungsi adalah gasing/gansingan. Kini gangsingan eksis sebagai suvenir dolanan tradisional yang banyak dijual di kios suvenir di sekitar obyek wisata.

Di antara ragam donalan yang tetap eksis dengan kemasan baru dan jenis-jenis dolanan yang sudah hilang dalam khasanah pengetahuan, masih terdapat beberapa macam dolanan anak yang tetap eksis sebagai dolanan, yaitu truk-trukan dan kapal othok-othok. Kedua jenis permainan ini tak lekang oleh jaman dan tetap bertahan di antara terpaan berbagai jenis permainan yang dikenal anak-anak sekarang. Eksistensi jenis dolanan inilah yang menginspirasi kami untuk merepresentasikan semangat keindonesiaan tanpa harus tampil dengan wajah baru.monopoli.jpg

breaking news: pengunjung obrolan sembari minum kopi membludak

kliping, sembari minum kopi 3 Comments

artikel ini dikopi dari gudeg.net 

“Sembari Minum Kopi” Dibanjiri Pengunjung

Dude - GudegNet
Update: Senin, 12 November 2007, 00:10 WIB

sembari_minum_kopiMeski dijadwalkan baru akan dimulai pukul 18.30 WIB (11/11), para pengujung acara Sembari Minum Kopi yang kali ini menampilkan Andrea Hirata, Meutya Hafid dan Pangesti Wiedarti telah mendatangi toko buku-café MP Bookpoint Jogja, sebagai tempat diselenggarakannya acara sejak pukul 17.30 WIB.

Panitia penyelenggara yang hanya menyediakan sekitar 150 tempat duduk bagi pengujung dibuat kewalahan oleh kehadiran pengunjung yang terus berdatangan hingga mencapai 400 orang. Kapasitas ruang yang tidak lagi mampu menampung pengunjung memaksa beberapa pengunjung untuk berdiri bahkan duduk lesehan di depan panggung kecil para narasumber.

Acara ngobrol bersama Laskar Pelangi kali ini sedikit agak berbeda karena kedatangan seorang tamu wanita yang wajahnya sering tampil di layar kaca televisi, pembawa berita dan reporter Metro TV, Meutya Hafid.

andrea_hirataSelain ngobrol tentang buku “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dan “168 Jam Dalam Sandera” karya Meutya Hafid, acara yang kali ini bertema “Meraih Mimpi Masa Depan” ini juga membicarakan tentang pentingnya beasiswa serta tips & triks untuk mendapatkan beasiswa demi meraih cita-cita masa depan.

Adalah Pangesti Wiedarti, Ph.D, moderator milis beasiswa.com yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Bahasa & Seni Univ. Negeri Yogyakarta yang malam tadi memberikan banyak informasi berharga bagi pengunjung “Sembari Minum Kopi” yang tertarik dengan program beasiswa ke luar negri.

Menurut Pangesti, Beasiswa itu dapat diperoleh oleh semua orang baik mahasiswa Perguruan Tinggi Negri (PTN) maupun swasta yang saat ini caranya lebih mudah dengan adanya milis beasiswa.com di mana pemohon beasiswa dapat mengajukan beasiswa yang diinginkan melalui milis tersebut kemudia tinggal menunggu hasil seleksi selanjutnya.

“Siswa atau mahasiswa dapat mengajukan permohonan beasiswa melalui milis beasiswa.com sesuai dengan keingininan mereka. Kemudian tinggal menunggu hasil seleksi. Pemohon dapat berasal dari mana saja, tidak hanya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negri (PTN) saja, namun juga dari Perguruan Tinggi swasta,” jelas Pangesti kepada ratusan pengunjung “Sembari Minum Kopi”.

meutya_hafidSementara itu Meutya Hafid juga memberikan pengalaman berharganya ketika mencari dan mendapatkan beasiswa keluar negri yang menjadikannya sebuah sosok yang mandiri dan ulet. Menurutnya, seseorang harus bandel dan berani untuk mencapai apa yang diinginkannya meski akan ada banyak rintangan yang datang.

“Sejak SMP, saya telah hidup mandiri di Singapura kemudian pindah ke Australia hingga beasiswa yang membiayai saya terputus karena krisis ekonomi 1998. Biarpun beasiswa putus, saya tetap mencoba melanjutkan kuliah sambil bekerja di Australia,” ungkap Meutya.

Senada dengan Meutya Hafid, Andrea Hirata juga lebih menekankan kepada semangat untuk pantang menyerah dalam menghadapi segala masalah dan tantangan untuk masa depan. Menurut “ikal”, sebuatan akrab penulis ini, dalam hidup harus senantiasa “positive thinking, positive feeling and positive action, “Kita jangan pernah menyerah untuk mimpi kita, do your best for our dreams,” jelasnya.

Selain bertemu dengan penulis idola, ngobrol, mendapat tips & trik, berfoto bersama dan meminta tanda-tangan; malam tadi pengunjung “Sembari Minum Kopi” yang beruntung juga dapat memeroleh bingkisan menarik berupa buku dan suvenir dari penyelenggara.

Acara interaktif yang berakhir sekitar pukul 21.30 WIB ini kemudian dilanjutkan dengan acara tanda-tangan buku oleh Andrea Hirata dan Meutya Hafid bagi para peminat buku “Laskar Pelangi” dan “168 Jam Dalam Sandera”.

« Previous Entries